Pada tahun 1969, dibentuklah ARPANET yang mengkhususkan diri
pada penelitian soal jaringan komputer. ARPANET kemudian berhasil
membuat sebuah jaringan yang terdiri dari empat node, yang
menguhubungkan UCLA (Los Angeles), Stanford, University Santa Barbara
(Santa Barbara), dan University of Utah di Utah.
Semakin hari semakin banyak lagi tempat yang terhubung.
Setibaknya pada tahun 1971, ARPANET sudah menghubungkan 15 node yang
memiliki 23 host. Pada tahun tersebut pengguna komputer juga sudah mulai
berkomunikasi dengan pengguna lain dalam satu jaringan, mengunakan
sebuah program pengirim pesan melalui jaringan, dan menjadi cikal bakal
e-mail yang Anda gunakan saat ini.
Pada tahun 1972, untuk pertama kalinya ARPANET mendemonstrasikan
di depan publik, sebuah jaringan komputer sebanyak 40 komputer.
Setahun kemudian, konsep jaringan global yang menjadi cikal bakal
lahirnya internet menjadi kenyataan dengan terkoneksinya University
College of London (Inggris) dan Royal Radar Establisment (Norwegia).
Selain itu, juga ditemukan protokol untuk transfer file, dimana sebuah
komputer sudah memungkinkan untuk mengirim dan menerima data dari
komputer lain.
Ya, meski istilah internet sudah telah mulai diperkenalkan saat
proyek ARPANET berjalan, namun internet yang sesungguhnya baru muncul
tahun 1974. Adalah Vint Cerf, kemudian disebut Bapak Internet, yang
pertama kali mengembangkan TCP (Transmission Control protocol) yang
menjadi standar protokol internet hingga kini.Sejak itu, pertumbuhan
internet makin pesat, terutama di dunia pendidikan dan riset.
Berbagai fungsi dari internet semakin hari semakin bertambah,
dari e-mail, chatting, website, sampai teknologi streaming.Web Browser
& Web Perkembangan internet pun berlajut. Pada November 1990, dunia
komputer kembali mencatat sejarah baru dengan diciptakannya web
browser pertama oleh Tim Berners-Lee. Web browser yang sekaligus editor
HTML pertama ini diberi nama World Wide Web dan mulai didemonstrasikan
pada bulan Desember tahun yang sama. Tahun selanjutnya, namanya diubah
menjai Nexus.
Karena kesederhanaan browser yang ada, Marc Andreesen, seorang
mahasiswa dan pegawai paruh waktu NCSA, membuat sebuah browser internet
yang user-friendly. Bersama Eric Bina, rekan kerjanya di NCSA, ia
menciptakan web browser bernama Mosaic pada bulan Agustus 1993.
Kepintaran Mosaic ditunjukkan pada Graphical User Interface (GUI) yang
lebih bagus dibanding browser lainnya. Pada Mei 1994, browser tersebut
berubah nama menjadi Netscape, salah satu browser
populer yang saat ini masih eksis. Kemampuannya bertambah karena
dapat berjalan pada beberapa platform yang berbeda (Microsoft Windows,
Macintosh, dan XWindows). Sedangkan browser Internet Explorer (IE) yang
saat ini kedudukannya mulai tergeser oleh Firefox dari Mozilla, baru
dirilis untuk pertama kali pada tahun 1995 bersamaan dengan
diluncurkannya Windows 95 oleh Microsoft. Pada tahun itu, Microsoft
sedang disibukkan dengan proyeknya yang diberi kode Chicago dan proyek
berkode O Hare. Semula proyek tersebut akan disatukan dalam sebuah
produk. Namun pada akhirnya, kedua produk tersebut dirilis secara
terpisah.
Proyek Chicago kemudian menelorkan produk yang kita kenal dengan
sistem operasi Windows 95. Sementara O Hare menelorkan Internet
Explorer 1.0, yang kemudian dipasarkan dalam bundle Microsoft Plus! For
Windows 95. Bersamaan dengan munculnya web browser pertama, maka pada
tahun yang sama lahir juga situs pertama yang dibuat oleh CERN dengan
alamat http://nsox01.cern.ch/hypertext/www/theproject.html, yang
berjalan melalui web server nxoc.cern.ch.
Sayang sekali, literatur mengenai situs ini sangat minim karena
pihak CERN tidak banyak mempublikasikan informasi mengenai sejarah
situs tersebut. Namun, catatan terakhir membuktikan bahwa modifikasi
terakhir situs ini tercatat pada tanggal 13 November 1990, pukul
15:17:00 GMT.Sejak saat itu, mulailah bermunculan situs-situs baru di
internet. Revolusi situs ini mulai berlangsung sejak tahun 1993 dengan
munculnya 600 situs, yang pada tahun 1994 jumlahnya bertambah menjadi
10.000 situs.Pada tahun 1995, jumlah itu meningkat lagi menjadi
100.000 situs. Jumlah itu terus bertambah pada tahun 1997.Menurut
catatan Netcraft Ltd, jumlah situs web pada bulan November 2001
mencapai 36.458.394. Jumlah tersebut terus bertambah seiring
berjalannya waktu serta semakin mudahnya membuat sebuah situs. Di
Indonesia, jumlah situs internet mengalami booming sekitar tahun 2000,
ditandai dengan munculnya ratusan usaha dotcom (www.rnw.nl/ranesi)
Semula internet memang hanya difungsikan sebagai media transportasi
informasi di lingkungan pemerintahan AS dan dunia pendidikan.
Kini internet tidak hanya untuk menampilakn informasi bentuk
teks, namun juga dapat membaca dokumen, mengirim dan menerima pesan
elektronik (e-mail), media komunikasi massal melalui newsgroup dan
mailing list, transfer dokumen, online shopping, internet banking,
real-time chatting, bahkan menonton siaran langsung TV atau radio.
Hebat ya!
Menurut statistik yang dikeluarkan nua.com, pada September 2002,
jumlah pengakses internet dunia telah mencapai 605,6 juta orang.
Sedangkan untuk wilayah Asia Pasifik, jumlahnya 187,24 juta orang.
Untuk Indonesia sendiri, masih menurut nua.com, tercatat 4,4
juta orang pengakses internet pada bulan Januari 2002, atau sekitar 2%
dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah ini tidak dapat dikatakan
sedikit, namun juga tidak dapat dikatakan banyak apabila dikaitkan
dengan jumlah seluruh penduduk Indonesia.
No comments:
Post a Comment
poskan komentarnya disini gays....Oke..!